Rangkaian games OJIIP

logo-ojiip-2009Hari 1

“KOLAM HARTA”

Alat & Bahan :

Perkelompok

· Duplex ukuran 75×75 cm

· Lem

· Balok Kayu

· Bambu 75 cm

· Puzzle logo Himaka

Peraturan :

· Cara mengambil barang bebas

· Anggota badan DILARANG menyentuh lantai ketika mengambil barang atau melewati batas yang telah ditentukan

· Satu orang hanya boleh mengambil satu barang lalu ganti dengan yang belum

· Jika barang telah dipegang namun anggota badan melewati batas atau menyentuh lantai, maka barang yang sudah dipegang harus dikembalikan ke tempat semula

· Setelah SEMUA barang terambil, kelompok dipersilahkan untuk mulai menyusun puzzle

· Tim yang paling cepat menyelesaikan puzzle adalah pemenangnya

Esensi :

· Leadership

· Kerjasama & kekompakan tim

· Percaya pada teman

· Berfikir kreatif/out of the box

· Mengetahui kemampuan diri

Hari 2

“JEMBATAN TERKUAT”

Alat & Bahan :

Perkelompok

· Kertas A4 (4 Lembar)

· Isolasi kecil

· Sedotan (10 buah)

· Pensil

· Dua buah kawat sepanjang @10 cm

· Benang sepanjang 45 cm

Alat Penguji

· Spidol

· Steples

· Handuk kecil

· Buku tipis

· Buku sedang

· Batu bata

Peraturan :

· Setiap kelompok diminta untuk membuat jembatan sepanjang 45 cm

· Untuk tumpuan jembatan, sudah disediakan dua buah meja untuk masing-masing kelompok dengan rongga selebar 45 cm

· Waktu untuk menyelesaikan jembatan adalah sekitar 20-40 menit

· Kelompok DILARANG melihat pekerjaan kelompok lain (kalau perlu diberi pembatas)

· Setelah selesai/waktu habis, kekuatan jembatan tersebut diuji dengan pemberat (alat penguji)

· Kelompok yang berhasil membuat jembatan terkuat akan keluar sebagai pemenang

Esensi :

· Melatih kepemimpinan dalam memadukan ide kreatif dan pendapat masing-masing anggota

· Kekompakan & kerjasama tim untuk mencapai suatu tujuan

· Planning dan strategi yang matang

· Mengerjakan sesuatu sesuai target dan tepat waktu

· Koordinasi

Hari 3

“PUZZLE WORDS”

Alat & Bahan :

· Kertas A4/Karton dipotong ukuran 5×5 cm

· Kantong/Keranjang

· Duplex ukuran 2×2 m

· Spidol

Peraturan :

· Setiap peserta mengambil satu kertas yang berisi huruf yang terdapat dalam kantong/keranjang

· Setelah semua peserta mendapatkan kertas, peserta diberi waktu untuk merundingkan sehingga akhirnya potongan huruf tersebut akan tersusun menjadi satu kalimat

· SEMUA huruf harus digunakan..!!!

· Waktu untuk menyelesaikan puzzle adalah ±40 menit

Esensi :

· Leadership

· Menyatukan pikiran menjadi satu frame

· Berfikir kreatif/out of the box

· Koordinasi

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Mengenal Preservasi dan kegiatannya

Preservasi,suatu kata atau istilah yang baru saja saya dengar beberapa bulan ini,karena sebelumnya mungkin saya mengenal istilah ini dengan kata lain seperti merawat,atau memperbaiki suatu benda yang sudah rusak atau mungkin lebih halusnya adalah melestarikan.Mungkin bagi sebagian orang istilah preservasi ini masih jarang di dengar,sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar dari kita pasti pernah melakukannya,hanya saja kita tidak mengetahui atau tidak menyadari bahwa kegiatan kita itu adalah salah satu dari kegiatan preservasi,kebetulan di semester ini saya mendapatkan mata-kuliah Media & Informasi preservasi sehingga rasa penasaran saya mengenai “preservasi” tersebut bisa sedikit terpenuhi.Disini saya akan sedikit memberikan ulasan-ulasan atau pandangan-pandangan tentang preservasi dari apa yang sudah saya dapat di perkuliahan ataupun dalam prakteknya itu sendiri.
Preservasi dalam pengertian umumnya adalah merawat,memperbaiki atau melestarikan,kegiatan preservasi biasa disebut pelestarian,mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan [ustaka dan arsip,termasuk di dalamnya kebijakan pengolahan,metode dan tehnik,sumber daya manusia dan penyimpanannya.Bahasan preservasi disini akan lebih mengarah kepada kegiatan preservasi dalam perpustakaan.Jika di ambil dari sudut pandang perpustakaan preservai adalah kegiatan yang terencana dan terkelola untuk memastikan agar koleksi perpustakaan dapat terus dipakai selama mungkin,pada dasarnya preservasi itu upaya uagar semua bahan koleksi cetak maupun non cetak pada perpustakaan bisa bertahan lebih lama dan tidak cepat rusak.
Perpustakaan merupakan system yang di dalamnya terdapat aktifitas pengumpulan,pengolahan,pengawetan,pelestarian dan penyajian serta penyebaran informasi,suatu kemungkinan yang sangat besar jika kegiatan preservasi itu menjadi bagian dalam manajemen perpustakaan dan terorganisir dengan baik.Setiap kegiatan yang terjadi pada suatu perpustakaan dalam menjaga bahan pustakanya.
Preservasi merupakan semua unsur pengolahan,cara penyimpanan,alat bantu,ketenaga kerjaan maupun metode yang digunakan untuk melestarikan bahan pustaka,dokumentasi arsip maupun informasi yang di kandungnya,preservasi itu pada dasarnya adalah upaya mempertahankan sumber daya cultural dan intelektual agar dapat digunakan sampai batas waktu yang selama mungkin.Khusunya lagi pada bahan koleksi buku yang terdapat pada perpustakaan,preservasi memainkan peran yang penting dalam pertumbuhan kekayaan intelektual dan pengembangan profesionalisme pada seseorang
Dalam sepuluh tahun terakhir pada abad ke-20 Preservasi telah berkembang menjadi salah satu macam pekerjaan yang menarik perhatian dalam dunia perpustakaan,oleh karena itu akhir-akhir ini setiap perpustakaan selalu menerapkan kegiatan preservasi ini,kebetulan belum lama ini kelas tempat saya kuliah mendapat kesempatan untuk kuliah praktek tentang preservasi di PERPUSNAS,disana saya dan teman-teman mendapatkan ilmu dan arti pentingnya preservasi bagi sebuah perpustakaan.

Banyak hal yang saya dapatkan disana,dari mulai mereproduksi bahan pustaka yang sudah rusak,memperbaiki kertas dengan cara menambal,sampai dengan mengolah data dari bahan pustaka cetak menjadi digital,ketika saya bertanya kepada salah seorang pekerja disana,ternyata khusus untuk bahan pustaka yang benar-benar rusak namun informasinya masih bisa didapatkan harus segera di olah data informasinya dan disimpan dalam bentuk digital,suatu proses yang menurut saya benar-benar mengagumkan.
Ketika melakukan kuliah praktek disan saya menemukan banyak istilah baru,seperti Book redel istilah ini digunakan ketika melakukan suatu kegiatan preservasi yang berhubungan dengan reproduksi bahan pustaka ke dalam micro film,saya menemukan teknologi-teknologi baru yang sangat membantu dalam kegiatan preservasi ini,contohnya adalah sebuah alat yang bisa meneyeimbangkan sebuah buku atau bahan pustaka yang sudah rapuh ketika akan di foto,sebelumnya buku itu di letakkan di atas alat lalu diratakan dengan kaca proses ini disebut Bynding ini berfungsi agar bahan pustaka yang hendak di foto dan di olah informasinya ke dalam micro film ini bisa terbaca atau terlihat dengan jelas tanpa ada lekukan dan juga pantulan cahaya,maklum proses ini memerlukan kaca dan cahaya dari lampu sehingga sangat riskan sekali terjadi pantulan cahaya pada kaca,namun dengan sudut-sudut yang sudah di tetapkan pantulan cahaya ini tidak akan terjadi.
Proses mengolah data bahan pustaka dari cetak ke dalam non cetak telah selesai,sekarang saatnya mencetaknya kembali ke dalam micro film,hal pertama yang saya rasakan ketika masuk ke dalam ruangan untuk memproduksi micro film adalah “bau” ternyata hal ini sudah menjadi hal yang wajar disana,diakrenakan proses pencetakan bahan pustaka non cetak ke dalam micro film harus menggunakan bahan-bahan kimia yang baunya sangat menyengat,bayangkan saja roll film yang dipakai pun terbuat dari kulit sapi yang di impor langsung dari Amerika dan tidak di produksi di Indonesia.Perawatan dari roll fim yang sudah jadi pun tidak mudah,karena bis-bisa roll filmnya membusuk,wajar karena terbuat dari bahan-bahan kimiawi,saat itu saya menemukan roll film yang sudah membusuk,roll itu mengkerut dan mengeluarkan bau anyir,beberapa saat saya merasakan seperti berada di pasar ikan,ternyata roll film itu membusuk dikarenakan tidak disimpan pada tempatnya,roll fil yang terbuat dari kulit sapi itu harus di simpan dalam ruangan bersuhu 18 sampai dengan 20 derajat celcius.
Berangkat dari ruangan proses micrografi kita beranjak ke dalam ruangn Fotografi,dari namanya saja pasti bisa terbayang kan kegiatan apa saja yang dilakukan disini,kegiatan disini adalah mereproduksi bahan pustaka dan mencetaknya kembali agar informasi yang di dapatkan bisa bertahan lebih lama.Ketika saya memasuki ruangan pemotretan bahan pustaka saya melihat ada iBox apple Mac! Wow suatau barang yang menurut saya mewah untuk digunakan di kantor seperti ini.
Pastinya ada alasan mengapa hanya di ruangan itu saja yang memakai computer dari apple tersebut,ketika saya bertanya soal mengapa hanya di ruangan itu saja yang memakai computer khusus pekerja disana menjawab bahwa hanya dengan computer ini dan OS (operating System) Macintosh inilah Kamera mahal seharga Rp 450.000.000,00 itu bisa berfungsi dan langsung connect dikarenakan software yang digunakan yaitu Capture One hanya bisa digunakan dengan operating system Macintosh ini,benar-benar sebuah harga yang fantastis untuk barang-barang kantoran biasa,namun ini pun dilakukan demi mendapatkan hasil yang maksimal tentunya.Kami sempat merasakan di foto menggunakan kamera dengan harga selangit itu,haha ternyata rasanya biasa aja,namun hasil foto nya ini sedikit membuat saya jengkel dikarenakan jerawat-jerawat kecil di wajah saya dapat terlihat jelas,hahaha.Slesai dari tempat pemotretan saya masuk ke dalam ruangan pencetakan bahan pustaka,sebuah ruangan yang gelap dan dipenuhi arsip yang sudah mulai mengeluarkan bau menyengat,disna saya ditunjukan proses pencetakan dari roll film menjadi sebuah foto yang bernilai informasi tinggi,saya masih ingat ada istilah Changing bag,ketika ditanyakan ternyata changing bag adalah sebuah ruangan gelap untuk perpindahan roll untuk mencegah terjadinya roll yang terbakar,haha istilah yang unik ya.
Setelah melihat hasil percetakan saya masuk dalam ruangan khusus bahan pustaka digital,ketika saya masuk saya menemukan suatu alat yang besar seperti keyboard piano dan juga alat foto box,dan hal ini pun di benarkan oleh pekerja disana tetapi yang dibenarkan adalah bentuk alatnya yang mirip piano,bukan alatnya adalah piano,ternyata alat itu adalh scanner generasi ke-2,scanner geerasi pertama tentunya sudah kita ketahui yang seperti ada di warnet-warnet dan di tempat computer.Kegunaan scanner ini ternyata sama saja yaitu scan gamabar/foto namun bedanya scanner ini bisa menscan foto dengan ukuran yang lebih besar,saat itu mereka menunjukan cara penerjaan dan proses dalam scanning nya,dan yang di scan adalah sebuah peta Indonesia yang berukuran besar,scanner ini bisa mengcopy gambar dengan resolusi yang sangat besar mencapai 9000 pixel,itu merupakan ukuran yang sangat besar untuk sebuah gambar,lebih dari cukup untuk melihat detail dari sebuah gambar,berangkat dari sana masuklah dalam proses komputerisasi,hasil dari scan tadi dimasukaan ke dalam computer dan diberikan sedikit sentuhan dengan sebuah software yang cukup dikenal masyarakat yaitu Photoshop,guna dari photoshop ini pun untuk sedikit mengedit gambar yang mungkin tadinya kurang jelas atau kotor gambarnya bisa diperbaiki disini,juga memperbaiki warna yang rusak atupun tidak jelas saat proses scanning sebelumnya.
Setelah bahan pustaka selesai di edit lanjut lah ke dalam pengemasan bahan pustaka tersebut menjadi sebuah Elektronik Book atau yang biasa kita kenal dengan E-book,disini lembar demi lembar digital hasil dari scan dkumpulkan dan dibuat menjadi satu dengan menggunakan software khusus Mulitimedia builder,cool edit dan juga tentunya adobe
flash,namun bisa juga dengan menggunaka xara ataupun web styler.Software-software tersebut ada yang umum digunakan oleh orang banyak ada juga yang memang sepertinya di khususkan untuk proses digitalisasi disini.
Berangkat dari tempat tersebutsaya menuju ruangan perbaikan dan perawatan bahan pustaka,saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana caranya melaminasi sebuah data tanpa merusak informasi yang terkandung,tidak seperti yang biasa ada di tempoat fotocopyan yaitu laminanting,yang menggunakan proses pemanasan plastik yang bisa menyebabkan bahan pustaka rusak disni kami melakukannya dengan hala yang lebih sederhana yaitu dengan plastik OHP dan juga dobel tape,dengan cara khusus akhirnya bahan pustaka bisa dibungkus dengan plastic pelindung tanpa merusak informasi yang ada,setelah dari laminasi saya mencoba untuk menambal kertyas,saya lup[a apa nama bahan kertasnya namun yang pasti hal itu mudahh dilakukan karena hanya tinggal di tambah air dan di rekatkan,kertas yang rusak bisa menyatu dengan kertas tambalan tersebut,amazing.

Setelah selesai dari ruangan sebelumnya saya menuju ruangan penjilidan,saya memasuki ruangan yang berisi orang-orang dengan bakat pengrajin yang hebat,tangan-tangan bertalenta yang sangat terlatih,bagaimana tidak mereka bisa membuat sebuah buku agenda hanya dalam waktu kurang dari 20 menit,mungkin jika saya yang melakukannya hal itu bisa makan waktu seharian,disini adalah ruangan untuk proses penjulidan bahan pustaka yang cover atau jilaidnya sudah mulai rusak,dengan proses penjilidan ini bahan pustaka yang mualai tercecer bisa dikumpulkan kembali dan menjadi sebuah buku yang terlihat seperti baru.Saya mendapatkan berbagai ilmu doi tempat itu dan juga mendapatkan souvenir sebuah buku hasil dari membuat sendiri,hihi tapi tidak lebih bagus daripada yang dimiliki oleh teman-teman lain,mereka mendapatkan sebuah buku agenda yang tebal yang tentunya bisa berguna di perkuliahan nanti,tapi segini juga udah alhamdulilah.

Banyak hal yang ingin saya ceritakan disini mengenai preservasi dan juga mengenai pengalaman-pengalaman saya dalam melakukan kegiatan preservasi,hal yang ingin sayan samoaikan melalui tulisan ini adalah bahwa pentingnya kegiatan preservasi dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari terutama bagi sebuah perpustakaan yang mengandung banyak bahan pustaka dan informasi yang harus terus dijaga agar bisa bertahan lama dan bis digunakan sampai anak cucu kita nanti.Besar harapan saya menjadikan kegiatan preservasi ini menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkandan pastinya berguna bagi kita semua.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Asus Eee PC 1005HA (SeaShell)

Asus Eee PC 100HA

Asus Eee PC 100HA

Saya telah memakai  Asus Eee PC 1005HA yang diberi nama Seashell ini selama beberapa bulan berikut spesifikasinya

Model code : Eee PC 1005HA

Platform : Intel Atom

CPU : Intel Atom N280 (%12KB L2 Cache,533Mhz FSB)

Chipset : Intel 945GSE ICH7-M

OS : Genuine Windows 7 Starter

VGA : Intel UMA 950

LCD : 10,1″ LED Backlight

RAM : 2GB DDR2 SO-DIMM

HDD : 250Gb HDD SATA

Card Reader : MMC/SD

Bluetooth : ada

Wireless : 802.11b/g/n

Lan : 10/100 Mbps

Webcam : Integrated Web Camera

Battery : 6cell/ 8,5 jam

Weight : 1,27kg

Color : White

Feature : Eee storage 250Gb,Super Hybrid Engine,Multi touch touchpad,Digital Array Microphone,Eee Docking

harga : $442 tapi di diskon $20 karena bli di pameran

Spesifikasi di atas bisa saja berbeda dengan specs Asus 1005ha  yang dijual di pasaran sekarang,saya mendapatkan spesc khusus seperti di atas karena sy membeli netbook ini ketika di pameran Indo comtech 2009 kemarin.. hihihi perbedaannya terdapat pada OS,biasanya netbuk asus ini dijual dengan paketan OS Windows XP home edition,lalu pada HDD juga terdapat perbedaan,skrng ini di pasaran tersedia 160Gb saja.. dan Bluetooth pun belum tentu ada.. so jangan salah pilih kawan…!

review pemakaian..

  • Kesan pertama adalah “wahh” dengan design yang elegan dan modern,tipis sekali tapi sayang sedikit berat
  • Booting terasa cukup cepat (maklum window 7) namun sayang kesan pertama pada layar adalah standar,tidak seperti laptop lain yang memiliki LED backlight,biasanya terlihat lebih terang dan tajam,namun hal ini bisa di maklumi karena mungkin saja ini demi menghemat pemakaian baterai
  • Soal OS window 7 starter ini sangatlah disayangkan karena hak OEM (kalo g salah) di pegang oleh microsoft,sehingga percaya atau tidak dengan OS ini kita tidak bisa mengganti background/wallpaper,dan hal ini amat sangat menyebalkan karena membuat tampilan netbook ini jadi membosankan.. tapi itu hanya di awal saja,sekarang udah seneng-seneng aja kok.. :)
  • Masuk ke dalam processor niy,karena sudah memakai intel atom N280 yang tentu saja lebih baik dari pendahulunya N270 maka netbook asus ini menjadi lebih responsif,dan yang pasti tidak cepat panass… keunggulan niy..
  • Bagian fitur yang paling membuat saya takjub adalah Super Hybrid Engine! karena dengan inilah si netbook asus ini bisa benar-benar menghemat daya baterai dan bisaq bertahan sampai 8,5 jam! sesuatu yang baru saya dapatkan di sebuah laptop.. dan terbukti,it works guys..
  • dalam soal haga sebenarnya dalam pasaran dijual sekitar $380-$400 hanya saja berbeda spesifikasinya dengan netboook yang sy miliki sekarang,haha mahal dikit punya sy gpplah… hwkkw
  • Jika kita membuaka baterai,maka kita akan melihat ada sebuah slot SIM card,mungkin untuk modem 3G internal,tapi sayangnya hal itu tidak dimiliki oleh netbook ini,sehingga useless..
  • Charger nya seperti charger HP saja,kecil dan imut.. sehingga mudah dibawa-bawa,sayang kabelnya kurang panjang…
  • Kita juga bisa menyimpan data di database asus dengan fitur asus storage,biasanya siy cuama dikasih 10Gb tp karena sy bli di pameran jadi dikasih 250GB deh.. hihihi hebat kan..?

Kesimpulan

Ini adalah sebuah netbook yang benar-benar bisa menemani sy dimanapun,sudah keren,ringan,dan yang pasti batre nya itu donkkk!! 8,5jam! walaupun dalam hal OS yang masih satrter edition ini sedikit menyebalkan karena tidak bisa merubah wallpaper,tapi leumayan bisa terobati dengan keunggulan lainnya.. untuk anda-anda yang memiliki aktifitas padat a.k.a mobilitas tinggi sy rekomendasikan netbook asus ini..! jangan sampai salah pilih y!

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar